TERKENANG SEKETIKA
Tiba-tiba saja naluriku mengenangnya
Apakah angin yang mulai lumpuh mempermainkan daun berguguran
Atau dari sudut gaung yang terkecil
Suaramu berhasil menyusup dalam partikel udara?
Sekejap aku mengenangnya,
Riuh tawa kecil, pertanyaan retorika dengan jawaban berantakan ntah kemana
Aku sendiri masih bertanya inti jawaban dan celoteh kita.
Tiba tiba saja rasa penasaran yang merasuk
Mengalahkan hiruk pikuk di sekeliling
Sebab aku terkenang seketika
Komentar
Posting Komentar