1 Hari 1 Jam

Aku menaruh rasa penasaran, kusimpan sudah beberapa lama dan kucicil tiap hari dengan mempertanyakannya kepada setiap yang kutemui baik benda hidup maupun mati. Bertahun berselang aku mengenalmu, tiap kali kita berpaut aku menaruh penasaran, mempertanyakan kenyamanan bersamamu. Lantas bagaimana kau menanggapinya? celoteh, gerutu, dan senda gurau kekanakan, kita telah kehilangan waktu. Aku marah dan detik itu juga aku tertawa. Senja itu kita mencari jalan pulang tapi arah samar untuk diikuti dan kita tersesat. Diam-diam menatap punggungmu dan memanjatkan doa dalam hati, hanya aku dan Tuhan yang tahu, tersebab aku sendiri sempat meragu. Perlahan malam menjebak kita, ahhh....bagaimana aku bisa khawatir karena bersamamu aku sendiri sulit membedakan pagi,siang dan malam. 
Aku mulai menyadari sehari denganmu serasa melewati satu jam.

Komentar

Postingan Populer