SANG PENCURI KEMULIAAN
Malam ini adalah malamku, bahkan esok pagi hingga seluruh waktu tiada terhenti untukku. Mungkin semesta setuju, bila aku menjadikan seluruh ilusi imajinatifku, bahwa akulah sang orientasi, bukankah rancanganku akan terlebih hebat tersebab aku mengetahui kekuatan atom-atom yang berlaksa di pusat pemikiranku yang berevolusi.Dan siang itu, aku kecurian kemulianku. Oh bukan…aku salah bukan kemuliannku, kendati masih meragu. Akulah ternyata sang pencuri kemuliaan sang Maha, Maha diatas segalanya. Proses yang habis membabat sisa-sisa ego yang kusisihkan sejak dulu.
Buat Sahabat yang menjadi goresan menajamkan pisau nuraniku, untuk goresan-goresan yang Engkau lukis dengan darah pengampunan, untuk hembusan nafas yang menaungiku melawan topan dunia dan hampir menenggelamkanku, untuk jalan dari telapak kakimu yang dijejakkan, untuk seratus bahkan beribu hingga tak terhitung setiap kemuliaan yang singgah di rinai kehidupanku. Akhirnya, aku bukan lagi pencuri kemuliaanMu.
Komentar
Posting Komentar