KENANGANMU KELEWAT BATAS
Kenanganmu kelewat batas…
Dan aku kelewat batas untuk tidak melupakannya. Pernah bintang kuselipkan disakuku dan kau marah memintaku untuk tidak menyembunyikannya. Perjalanan masih panjang, kau mengutarakan semuanya saat kita tertawa, menangis, kecewa bahkan saat kita berceloteh tentang cinta murni atau juga cinta-cinta yang kita reka. Bagaimana aku meninggalkanmu? waktu kelewat batas boros akan kebersamaan, mengharuskan detik demi detik yang ternyata akan usang dan kaku.
Impian kita kelewat batas...
Mengubah dunia. Aku ingat, untuk mengubah diri sendiri sulit. Terlalu tinggi dan beku puncak perubahan, tapi bukan kita namanya kalau tidak memiliki kasih yang mengikat, menguatkan untuk tidak menyerah. Ahhh…benar-benar kelewat batas…kelewat batas untuk tidak meninggalkan semua ini. Memodifikasinya menjadi kenangan.
Apa kau tahu? sesaat hatiku berubah... benar saja, samar diiringi nyanyian hujan. Kaki-kaki runcing hujan perlahan menusukku tajam, bersamaan disaat aku akan melangkah menjauhimu. Kebekuan yang mencair dipelupuk mata hatiku, mata batinku, mata jiwaku ahhh… terlalu banyak mata yang akan membanjiri kenangan ini, kelewat batas banyaknya. . . kelak ketika kita kembali berpaut semua yang telah dirundingkan akan kita bingkai menjadi kisah abadi. "Change the world" mengubah dunia teriak kita lancang…..
Mengenang changes d world
now i know
BalasHapus